Melihat berita tentang dollar membumbung tinggi, dan harga komoditas yang terjun bebas, tentu kita akan tertegun membayangkan nasib petani karet dan sawit kita. Bayangkan saja harga sawit ditingkat petani bisa sampai Rp. 400-500,- saja. Tentu dengan harga tersebut tidak mampu menutupi biaya produksi mereka termasuk pupuk dan biaya pemeliharaan lainnya.
Lain petani, lain lagi cerita pedagang pengumpul alias makelar komoditi itu. Dalam perbincangan saya hari ini dengan salah seorang yang punya bisnis pengumpulan sawit, meskipun harga sawit jatuh mereka masih bisa dapat penghasilan bersih sekitar Rp. 15/kg dari hasil jual kembali ke pabrik (kontrak pembelian dalam hitungan ton). Jika dalam sebulan saja, dalam ukuran pedagang pengumpul ini dia bisa menjual 200ton sehari maka dia bisa dapat penghasilan bersih sebesar 3juta.
Enaknya jadi makelar.... dalam rantai distribusi makelar berada ditengah. Kelompok yang berada ditengah rantai distribusi selalu bermain dengan margin keuntungan dan tidak terpengaruh terhadap harga di hulu maupun hilir. Pengaruh kelompok ditengah rantai distribusi ini sangat besar didunia modern yang sangat kapitalistik ini...
Apa dan bagaimana kelompok ini mempengaruhi sistem ekonomi sebuah bangsa, nanti kita bahas ya... hehehe
Rantau prapat, 15/09/2015
Komentar
Posting Komentar